Komplek Perguruan Muhammadiyah Cabang Kebayoran Lama

SMA Muhammadiyah 18 Jakarta

PELOPOR DAN PELANGSUNG PENYEMPURNA AMANAH

Minggu, 06 Juli 2014

Pandangan Muhammadiyah mengenai Pilpres 2014

Saat ini Indonesia tengah ramai - ramainya dengan pemilihan presiden terutama media saat ini, hal ini menimbulkan semakin banyaknya isu yang berkembang disejumlah masyarakat, diantaranya adalah mengenai kebaikan dan keburukan calon presiden dan calon wakil presiden kita, padahal berita tersebut belum tentu benar adanya.


Selain itu dengan memanasnya kampanye antara kedua capres dan cawarpres juga menimbulkan banyaknya pengelompokan yang terjadi di kalangan masyarakat, hal inilah yang harus ditindak lebih lanjut karena akan berdampak buruk bagi Indonesia.

Seiring dengan berlangsungnya kampanye pilpres Muhammadiyah memiliki pandangan tersendiri mengenai pilpres 2014, dalam pandangan Muhammadiyah menanggapi pilpres ini akhirnya Muhammadiyah mengeluarkan "Maklumat Kebangsaan Dalam Menghadapi Pemilihan Presiden 2014", maklumat bernomor 03/MLM/I.0/B/2014 ini berisikan tentang pandangan - pandangan Muhammadiyah dalam menghadapi pilpres, poin - poin penting lainnya diantaranya adalah mengenai kriteria - kriteria pemimpin yaitu sebagai berikut:

  1. Berjiwa Relijius, taat beribadah dan berintegritas tinggi, sejalan antara kata dan perilaku
  2. Memiliki Visi dan karakter kuat sebagai negarawan, yang mampu membangun solidaritas kebangsaan, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas diri sendiri, partai politik, dan kroni.
  3. Berani mengambil keputusan strategis dalam memecahkan masalah - masalah krusial bangsa dengan tetap menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian yang adil dan beradab.
  4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, tegas dalam melakukan permberantasan korupsi, penegakkan hukum, serta penyelamatan asset dan kekayaan negara.
  5. Menjaga kewibawaan dan kedaulatan nasional dari berbagai ancaman dari dalam dan di luar negeri.
  6. Memiliki strategi perubahan yang membawa pada kemajuan bangsa
  7. Berkomitmen terhadap aspirasi politik umat islam dan mewujudkan Indonesia yang berkemajuan.

Jumat, 27 Juni 2014

Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1435 H pada 28 Juni 2014 M

Alhamdulillah kita sampai saat ini masih diberikan nikmat untuk bisa merasakan kembali bulan suci Ramadhan 1435, seperti yang kita tahu di Indonesia saat ini, ketika menjelang memasuki bulan Ramadhan, para ulama dan masyarakat melakukan pemantauan hilal akan tetapi Muhammadiyah tidak melakukan pengamatan tersebut melainkan menggunakan metode Hisab hakiki, yaitu berupa perhitungan yang berpatokan pada pergerakan benda - benda langit khususnya Matahari dan Bulan.

Tidak hanya hanya pemantauan hilal, setiap tahunnya Indonesia selalu diramaikan dengan berita tentang keputusan sidang isbat yang dilakukan oleh Majlis Ulama Indonesia, sidang tersebut untuk menyepakati kapan jatuhnya 1 Ramadhan setelah hasil pemantauan dikawasan seluruh Indonesia tersebut dilakukan, hal yang paling sering kita dengar adalah Muhammadiyah selalu tidak hadir dalam sidang Isbat tersebut, Muhammadiyah mengatakan bahwa sidang tersebut hanya buang - buang waktu padahal Muhammadiyah selalu diundang dalam sidang tersebut, akan tetapi kemarin tepatnya tanggal 27 Juni 2014 sangat langka kita lihat bahwa Muhammadiyah hadir dalam sidang tersebut bahkan yang menjadi pewakilnya adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sendiri yaitu Prof.Dr. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA.

Namun hadirnya Muhammadiyah dalam sidang tersebut tetap memegang asumsi bahwa jatuhnya 1 Ramadhan 1435 H adalah pada tanggal 28 Juni  2014, keputusan ini telah ditetapkan dalam MAKLUMAT Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02 tahun 2014, keputusan ini berdasarkan hasil perhitungan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal oleh Majlis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, keputusan ini telah ditetapkan pada tanggal 2 Mei 2014.


Hadirnya Muhammadiyah dalam sidang tersebut juga dimaksudkan untuk menjalin tali persaudaraan antar umat beragama di Indonesia, dan dalam hal ini Muhammadiyah juga mengapresiasikan Pemerintah dalam menetapkan 1 Ramadhan 2014 yaitu pada tanggal 29 Juni 2014, keputusan tersebut disepakati karena tidak terlihatnya wujud hilal berdasarkan metode rukyat yaitu pemantauan.

Perbedaan yang terjadi saat ini bukanlah suatu bentuk perpecahan dalam umat beragama, namun perbedaan ini adalah suatu keberagaman bahwa berbeda beda namun tetap satu jua, yang terpenting adalah kita hidup untuk mengesakan Allah dan menjadi khalifah yang baik di muka bumi, semoga tujuan itu senantiasa kita tanamkan dalam diri kita masing - masing. Amin

Minggu, 22 Juni 2014

Pemandu dan Instruktur untuk FORTASI SMA Muhammadiyah 18 Jakarta


Alhamdulillah dalam hal ini, kami Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammadiyah 18 Jakarta telah melaksanakan Latihan Inti Pemandu dan Instruktur dan dengan telah terlaksanakan itulah kami telah mendapatkan kaka pemandu dan instruktur untuk menyambut tahun ajaran baru ini. beberapa diantaranya adalah:

 PEMANDU

1. Amiril Tarmuan
2. Imam Ghifary Arifin
3. Amatul Ghofur
4. Nur Kamila
5. Imran
6. Muhammad Niko Yulmi Koto
7. Meigita Putri Saraswati
8. Thifal Aulia

INSTRUKTUR

1. Miftahul Rizky Witjaksono
2. Wahyu Adi Putra
3. Muhammad Alfaritsi Nuur Islami
4. Siti Nurhalizah
5. Normania Sari
6. Fathi Syuhada
7. Destria Ramadhanty Noer
8. Drio Ary Santosa

Itulah Kaka kaka pemandu dan instruktur dari Ranting SMA Muhammadiyah 18 Jakarta tahun 2014.